Nilai gotong royong TMMD jadi warisan sosial Tamban Bangun

BARITO KUALA – Suara cangkul dan sekop yang saling bersahutan menjadi pemandangan yang akrab di Desa Tamban Bangun, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala ketika tanah timbunan diratakan secara manual oleh prajurit bersama warga. Kebersamaan itu menghadirkan kembali budaya gotong royong yang menjadi kekuatan masyarakat desa dan berpotensi menjadi warisan sosial. Kebersamaan itu bukan hanya mempercepat pekerjaan, tetapi juga mempererat hubungan yang terjalin di lapangan.

Memasuki Sabtu (1/8/2026), sasaran peningkatan badan jalan sepanjang 1.650 meter dengan lebar 3,5 meter dan tinggi 0,15 meter telah mencapai 1.072,5 meter atau sekitar 65 persen. Tahapan perataan tanah dilakukan dengan tenaga manusia agar permukaan jalan lebih padat dan siap memasuki pekerjaan berikutnya.

Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala, Kapten Cke (K) Hannah, mengatakan semangat warga menjadi energi yang terus menggerakkan pekerjaan setiap hari. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun di lapangan menunjukkan bahwa pembangunan akan lebih bermakna ketika masyarakat ikut terlibat secara langsung, bukan sekadar menjadi penerima manfaat.

Bagi masyarakat, jalan yang terus mengalami peningkatan membuka harapan baru terhadap kelancaran aktivitas sehari-hari. Mobilitas hasil pertanian, akses pendidikan, hingga perjalanan menuju fasilitas pelayanan umum diyakini akan semakin mudah ketika pekerjaan rampung. Nilai gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD pun menjadi warisan sosial yang tetap hidup di tengah perubahan infrastruktur.

Kebersamaan yang terlihat di sepanjang jalur pekerjaan menjadi bukti bahwa kemajuan desa tidak hanya diukur dari bertambahnya panjang jalan yang selesai dikerjakan, melainkan juga dari semakin kuatnya rasa memiliki masyarakat terhadap pembangunan di lingkungan mereka.

(1005).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *