BONE – Progres pembangunan Jembatan Gantung yang menjadi sasaran fisik TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone terus menunjukkan perkembangan; Satgas TMMD kali ini memfokuskan pekerjaan pada lanjutan pengecoran angkur sebagai pondasi pengikat konstruksi jembatan yang menghubungkan Dusun Patukku dengan Dusun Lemo, Kecamatan Bontocani.
Pekerjaan dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena posisi angkur memiliki fungsi vital dalam menjaga keseimbangan dan kekuatan jembatan. Setiap material yang digunakan diperiksa sebelum dicor agar hasil akhir memiliki daya tahan yang optimal, Sabtu (18/7).
Letda Inf Rahman selaku Komandan SSK TMMD Ke-129 Kodim 1407/Bone menjelaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari kecepatan penyelesaian, tetapi juga dari mutu konstruksi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam waktu yang lama.
“Kami ingin jembatan ini benar-benar menjadi fasilitas yang kokoh dan memberikan rasa aman bagi warga yang melintas setiap hari. Oleh sebab itu, setiap proses dikerjakan sesuai perencanaan teknis,” ungkapnya.
Jembatan gantung sepanjang 52 meter dengan lebar 1,50 meter tersebut akan menjadi akses strategis bagi masyarakat di dua dusun. Selama ini warga harus menempuh jalur yang lebih jauh untuk beraktivitas maupun mengangkut hasil kebun.(Red/Ns).
