BARITO KUALA – Data lokal menyebut empat anak di Tamban Bangun sebagai penerima perhatian khusus terkait masalah stunting dan gizi kurang.
Empat nama tercatat dalam perhatian khusus kesehatan anak di Desa Tamban Bangun, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala. Mereka adalah M. Nawawi dari RT 09 yang terindikasi stunting, Hana Halwarunnisa dan Manda Mutia Sari dari RT 08 yang mengalami stunting, serta M. Rayyan dari RT 08 yang masuk kategori gizi kurang.
Pemberian susu dan telur dilakukan oleh Komandan Satuan Setingkat Kompi (Dan SSK) TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala, Kapten Cke (K) Hannah, pada Sabtu (8/8/2026) untuk membantu pemenuhan gizi anak-anak tersebut.
Menurut Kapten Cke (K) Hannah, pemenuhan gizi anak tidak cukup hanya melihat persoalan pada saat ini. Asupan makanan bergizi perlu dijaga secara berkelanjutan karena pertumbuhan anak berlangsung setiap hari. “Susu dan telur kami berikan sebagai tambahan asupan. Yang paling penting, anak-anak tetap mendapat perhatian dari keluarga dan lingkungan agar kebutuhan gizinya terus terjaga,” ujarnya.
Bagi keluarga penerima, perhatian semacam ini memiliki arti lebih dari sekadar tambahan bahan makanan. Ada pesan bahwa kondisi tumbuh kembang anak menjadi perhatian bersama, bukan hanya urusan rumah tangga masing-masing. Dari lingkungan desa, kepedulian itu perlahan dibangun melalui kebiasaan saling memperhatikan dan membantu ketika ada anak yang membutuhkan dukungan. Kehadiran perhatian terhadap gizi anak juga melengkapi kegiatan TMMD Ke-129 di Tamban Bangun yang tidak hanya menyentuh pembangunan sarana fisik. Kesehatan generasi muda menjadi bagian penting dari perubahan desa, sebab kualitas pembangunan pada akhirnya turut ditentukan oleh kualitas tumbuh kembang anak-anak yang akan menjadi penerus masyarakat setempat.(1005)
