SUKOHARJO – Suasana halaman Masjid Al Mubarok, Desa Parangjoro, dipenuhi suara adukan semen dan tawa ringan, menunjukkan hilangnya sekat antara prajurit berseragam loreng dan warga berpakaian kerja saat bekerja bersama.
Pada Rabu (5/8/2026), kegiatan dimulai sejak pagi. Adukan semen dibuat bergantian supaya tidak mengeras sebelum digunakan. Setelah siap, material segera dibawa ke bagian dinding yang sedang dipoles sehingga ritme pengerjaan tetap terjaga.
Menurut seorang prajurit yang tergabung dalam TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo, keterlibatan warga menjadi energi terbesar di lapangan. Semangat membantu tanpa diminta membuat proses rehabilitasi berjalan lebih cepat dari perkiraan awal.
Pengurus Masjid Al Mubarok mengatakan beban pekerjaan yang tadinya terasa berat kini menjadi lebih ringan. Kehadiran TNI dinilai tidak hanya mempercepat pembangunan tetapi juga menghidupkan kembali budaya gotong royong masyarakat Parangjoro.
Perbaikan masjid ini bukan sekadar mempercantik bangunan; kebersamaan yang tercipta selama pekerjaan dianggap sebagai warisan sosial yang diyakini akan bertahan setelah pekerjaan rampung.(Red/Wr).
